Skemanews.com – Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah global sebagai salah satu tujuan utama investasi asing, khususnya dari Jepang. Fakta ini disampaikan langsung oleh Rachmat Gobel, Ketua Indonesia-Japan Parliamentary League sekaligus Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), dalam forum bergengsi Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 yang digelar di Jakarta,Rabu (6/8/25).
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM merangkap CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, ekonom senior Chatib Basri, serta Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, Gobel mengungkapkan kabar menggembirakan dari laporan terbaru Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
“Jika tahun lalu Indonesia masih di posisi ke-5, kini per Januari 2025 kita telah naik ke posisi nomor 2 sebagai negara tujuan investasi Jepang secara global,” ujar Gobel disambut tepuk tangan peserta forum.
Ia menegaskan bahwa lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia masih sangat menarik bagi investor, terutama Jepang, yang selama ini banyak berinvestasi di sektor otomotif. “Perusahaan-perusahaan Jepang telah membangun piramida industrinya di Indonesia, dan ini menciptakan efek domino dalam peningkatan nilai tambah industri nasional,” tambahnya.
Meski begitu, Gobel mengingatkan bahwa Jepang – sebagai mitra strategis – membutuhkan kejelasan dari pemerintah Indonesia mengenai arah kebijakan investasi ke depan. “Kepastian ini penting agar mereka bisa menyusun strategi ekspansi jangka panjang di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga berharap forum ini bisa menjadi wadah dialog langsung antara pelaku usaha Jepang dengan pemerintah Indonesia. “Saya yakin teman-teman dari Jepang ingin mendengar langsung dari Pak Menteri, juga pandangan dari ekonom seperti Pak Chatib Basri,” tutup Gobel.
Dengan naiknya posisi Indonesia sebagai primadona investasi Jepang, optimisme terhadap masa depan perekonomian nasional pun kian menguat. Apakah ini sinyal Indonesia siap menjadi pemain utama di rantai pasok global?



















