Skemanews.com – Upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat terus digencarkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya terlihat dalam kegiatan pelatihan kader kesehatan yang berlangsung di Desa Langge, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, pada Jumat (2/8/2025).
Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kantor Desa Langge itu, para mahasiswa tidak hanya melaksanakan pelatihan, tetapi juga secara resmi meluncurkan modul edukasi kesehatan bertema “Pelatihan Kader Kesehatan Diabetes Melitus dan Komplikasinya: Mendukung Pasien secara Medis dan Psikososial.”
Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Langge, Salim Sunati, S.IP, serta dihadiri Dekan I Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Nasrun Pakaya, M.Kep. Turut serta pula para dosen pembimbing lapangan, seperti Ns. Siti Hajar Salawati, M.Kep., Sp.Kep.J., Dr. Zainuddin, M.Kep., dan Ns. Ita Sulistiani, M.Kep., yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pengabdian ini.
Pelatihan ini menyentuh dua persoalan strategis dalam layanan kesehatan masyarakat desa: diabetes melitus yang terus meningkat di tingkat komunitas, serta isu kesehatan mental yang kerap kali kurang mendapat perhatian. Mahasiswa KKN mengemas pelatihan secara interaktif, memadukan teori, diskusi kelompok, simulasi, dan praktik langsung yang melibatkan para kader secara aktif.
Salah satu terobosan utama dari kegiatan ini adalah penyusunan dan peluncuran modul edukasi praktis, yang bisa dijadikan pegangan harian oleh kader dalam melakukan sosialisasi dan pendampingan warga. Modul ini dirancang untuk mendukung deteksi dini, pemantauan rutin, serta penyuluhan kesehatan baik untuk penderita diabetes maupun individu dengan gangguan psikososial.
Antusiasme para peserta pelatihan tampak tinggi sejak awal kegiatan. Para kader menunjukkan keterlibatan aktif dalam setiap sesi pelatihan, mencerminkan komitmen kuat mereka sebagai ujung tombak kesehatan di komunitas.
Ketua pelaksana kegiatan, Junaidi Rifan Bouty, A.Md.Kep., menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan transformatif Mahasiswa KKN UNG dalam penguatan sumber daya lokal.
“Kami ingin menciptakan dampak yang lebih dari sekadar pengabdian temporer. Melalui pelatihan dan modul ini, para kader diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam penanganan diabetes dan isu kesehatan mental di lingkup desa,” ujar Junaidi.
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini harus menjadi pintu awal dari keberlanjutan sistem kesehatan berbasis masyarakat di Desa Langge.
“Bukan hanya pelatihan sehari, tetapi ini harus menjadi awal dari jaringan kader yang solid, siap menghadapi tantangan kesehatan yang makin kompleks,” tambahnya.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas melaksanakan pengabdian singkat, tetapi juga meninggalkan fondasi ilmu yang bisa diteruskan oleh masyarakat. Modul yang telah disusun merupakan bentuk kontribusi nyata agar pengendalian penyakit kronis seperti diabetes dan pemahaman akan pentingnya kesehatan mental semakin mengakar di tingkat desa.
Dengan pendekatan kolaboratif antara kampus dan masyarakat, Desa Langge kini memiliki sumber daya kader kesehatan yang lebih terlatih, terarah, dan siap melayani dengan dukungan materi edukatif yang aplikatif.



















