SKEMANEWS.CO,(Pohuwato ) – Pemerintah Kabupaten Pohuwato kembali menjadi sorotan setelah menerima kunjungan tim konsultan dari Jepang yang fokus pada pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa. Pertemuan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato pada Selasa (19/08/2025), dihadiri Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, didampingi Sekretaris Daerah Iskandar Datau, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam kesempatan itu, Wabup Iwan menyampaikan bahwa dirinya mewakili Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, yang tengah menjalani agenda kerja di luar daerah. Meski begitu, ia menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti peluang kerja sama internasional yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kunjungan ini sangat berarti bagi Pohuwato. Bapak Bupati berhalangan hadir karena sedang ada kegiatan penting, tetapi beliau menitipkan amanah agar pertemuan ini berjalan maksimal. Kami berharap kedatangan tim dari Jepang bisa membuka jalan investasi baru, bukan hanya di sektor wood pelet, tetapi juga potensi lainnya,” jelas Iwan.
Lebih lanjut, Wabup Iwan menekankan bahwa Pohuwato memiliki kekayaan alam yang beragam. Selain potensi wood pelet dari limbah kayu, daerah ini juga menyimpan peluang besar di bidang perkebunan kelapa sawit, pertambangan emas, hingga sektor unggulan seperti perikanan, pertanian, dan kakao.
“Kami terbuka pada berbagai bentuk kerja sama. Bahkan sudah ada buyer dari Jepang yang membeli kakao Pohuwato. Artinya, pasar internasional menaruh perhatian pada hasil bumi kita. Semoga ke depan ada lebih banyak investor yang melirik daerah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Konsultan BJA, Samuel, yang mendampingi tim Jepang, memperkenalkan latar belakang rombongan. Menurutnya, fokus utama kunjungan adalah melakukan studi lapangan terkait peluang pengembangan wood pelet sebagai energi biomassa. Selain melihat sisi ekonomi, tim Jepang juga menyoroti dampak lingkungan serta manfaat sosial bagi masyarakat lokal.
Sekda Pohuwato, Iskandar Datau, turut menegaskan bahwa peran swasta sangat vital dalam mempercepat pembangunan daerah.
“Jika hanya mengandalkan dana pemerintah, pembangunan akan berjalan lambat. Karena itu, kami sangat terbuka pada peran swasta dan investor asing untuk bersama-sama mendorong kesejahteraan masyarakat Pohuwato,” ujar Iskandar.
Kepala Bappeda Pohuwato, Irfan Saleh, dalam paparannya membeberkan data strategis mengenai kondisi daerah. Pohuwato yang terbentuk pada 2003 kini memiliki 13 kecamatan dan 104 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk sekitar 160 ribu jiwa. Meski demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti angka kemiskinan 17,11 persen, pengangguran 3,12 persen, serta gini rasio 0,431.
“Data ini menunjukkan bahwa upaya pengentasan kemiskinan tidak bisa hanya bergantung pada APBD. Investasi menjadi kunci penting. Selain kehutanan dan biomassa, potensi kelapa juga sangat menjanjikan. Sabut kelapa, misalnya, masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. Jika ini bisa diolah, nilai tambahnya akan luar biasa bagi masyarakat,” jelas Irfan.
Pertemuan singkat tersebut berlangsung hangat dengan bantuan penerjemah. Tim Jepang mengaku senang atas penyambutan ramah dari pemerintah daerah. Mereka menyatakan siap menindaklanjuti hasil diskusi untuk melihat peluang kerja sama yang konkret ke depan.









