Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DPRD Provinsi Gorontalo

Mustafa Yasin Tegaskan Tak Ada Haji Bodong, Klarifikasi Isu yang Beredar

0
×

Mustafa Yasin Tegaskan Tak Ada Haji Bodong, Klarifikasi Isu yang Beredar

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Skemanews.com — Isu “haji bodong” yang menyeret nama politisi DPRD Provinsi Gorontalo, Mustafa Yasin, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari yang bersangkutan.

Dalam keterangan pers, Senin (4/8/2025), anggota dewan dari PKS daerah pemilihan Boalemo–Pohuwato itu membantah keras tuduhan yang menuding perusahaannya melakukan pelanggaran berat dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Example 300x600

Mustafa menekankan bahwa izin operasional travel miliknya tidak pernah dicabut. “Yang terjadi hanya pemblokiran sementara dari Kementerian Agama, dan itu pun karena ada laporan dari satu jamaah. Bukan karena pelanggaran fatal,” ujarnya di hadapan wartawan.

Politisi yang telah 19 tahun berkecimpung di dunia haji dan umrah ini menceritakan, sejak 2017 ia mendirikan dan mengelola travel umrah secara mandiri hingga menjadi Penyelenggara Perjalanan Umrah (PPU) resmi. Dalam perjalanannya, ribuan jamaah telah diberangkatkan tanpa kendala berarti. Namun, aduan dari seorang jamaah asal Sulawesi Utara memicu proses evaluasi dari pemerintah.

Jamaah tersebut, kata Mustafa, seharusnya berangkat Februari 2025. Namun, adanya keterlambatan pelunasan akomodasi hotel pada awal tahun membuat jadwal keberangkatan diundur ke April. Seluruh rombongan lain berangkat sesuai jadwal, kecuali jamaah yang bersangkutan yang akhirnya memilih membatalkan keberangkatan dan meminta pengembalian dana.

“Refund kami proses penuh, tanpa potongan sepeser pun. Bukti pengembalian uang juga sudah kami serahkan ke Kemenag pusat. Jadi, tuduhan bahwa dana jamaah hilang itu tidak benar,” tegasnya.

Mustafa juga membantah informasi yang menyebut travel miliknya masuk daftar hitam Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Ia menyebut kabar itu sebagai hoaks. “Operasional tetap jalan, tidak ada blacklist, dan kami selalu mengikuti prosedur,” ujarnya.

Ia menilai isu yang berkembang di media sosial cenderung tidak berimbang dan memicu kesalahpahaman publik. “Saya paham, urusan ibadah itu sangat sensitif. Tapi masyarakat sebaiknya memeriksa kebenaran berita sebelum percaya begitu saja,” imbaunya.

Sebagai penutup, Mustafa berjanji akan menggunakan kejadian ini sebagai momentum memperkuat sistem pelayanan dan komunikasi dengan jamaah.

“Kepercayaan jamaah itu amanah. Insya Allah, kami akan menjaga dan meningkatkannya,” pungkasnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *