Skemanews.com ,(Gorontalo Utara) – Tim kerja Anggota DPR RI Rachmat Gobel bersama jajaran DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan langsung terhadap jembatan gantung di Desa Tumba, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. Kunjungan ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur yang selama ini menjadi akses utama warga.
Peninjauan tersebut diwakili Sekretaris DPW Partai NasDem Gorontalo Ridwan Monoarfa dan Roni Imran. Hadir pula Anggota DPRD Gorontalo Utara Fraksi NasDem, Jerri Kiswanto, yang turut menyerap aspirasi masyarakat setempat.
Ridwan Monoarfa menjelaskan, jembatan gantung Desa Tumba memiliki fungsi strategis karena menghubungkan wilayah pertanian dan perkebunan warga dengan total luasan hampir 30 ribu hektare. Selain menopang aktivitas ekonomi, jembatan ini juga menjadi jalur harian masyarakat, termasuk puluhan warga serta anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai setiap hari.

Menurutnya, kondisi jembatan saat ini sudah tidak layak digunakan. Kerusakan parah bahkan sempat menimbulkan kecelakaan yang menyebabkan korban luka. Situasi tersebut mendorong warga menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat agar jembatan segera mendapat penanganan.
“Karena jembatan tidak bisa difungsikan, warga terpaksa menyeberangi sungai secara langsung. Ini sangat membahayakan, terlebih ketika debit air meningkat,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi salah satu kendala utama dalam proses pembangunan dan rehabilitasi jembatan. Namun, perjuangan aspirasi masyarakat akhirnya membuahkan hasil melalui dukungan dana Anggaran Pribadi Rachmat Gobel (APRG) dengan nilai sekitar Rp300 juta.
“Dengan adanya dukungan tersebut, kami berharap proses rehabilitasi bisa berjalan lancar. Targetnya, awal tahun 2026 jembatan gantung Desa Tumba sudah dapat kembali dimanfaatkan masyarakat,” katanya.
Ridwan menegaskan, keberadaan jembatan gantung sangat penting tidak hanya untuk keselamatan warga, tetapi juga untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan serta menjamin akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Tumba.



















