Skemanews.com,Pohuwato – Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, bersama Panitia Khusus (Pansus) Pertambangan DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Pohuwato. Kunjungan ini bertujuan menyerap informasi sekaligus mendapatkan gambaran langsung terkait kondisi lingkungan di wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan.
Dalam pertemuan tersebut terungkap, meski pemerintah daerah memiliki keterbatasan kewenangan maupun dukungan anggaran dalam melakukan pengawasan, upaya pemantauan terhadap dampak lingkungan tetap dijalankan. Namun, hasil kerja dinilai belum optimal karena ruang gerak yang sempit dan minimnya fasilitas penunjang.
Ridwan Monoarfa menyoroti fakta bahwa kualitas lingkungan di Pohuwato terus mengalami penurunan. Air baku yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat kini menunjukkan tanda-tanda penurunan kualitas, sementara sejumlah dusun merasakan terganggunya ekosistem kehidupan sosial akibat aktivitas pertambangan yang kian masif.
“Kalau melihat kondisi yang ada, muncul pertanyaan besar: pertambangan ini sebenarnya untuk siapa? Sebab masyarakat yang tinggal di sekitar area justru lebih banyak merasakan dampak negatif, mulai dari kerusakan lingkungan, air bersih yang berkurang, hingga kehidupan sosial yang terganggu,” tegas Ridwan. Rabu (27/8/25).
Menurutnya, DPRD bersama Pansus Tambang akan terus mendorong adanya langkah nyata dari semua pihak, termasuk pemerintah provinsi dan pusat, agar aktivitas pertambangan di Pohuwato tidak hanya membawa keuntungan bagi segelintir pihak, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat.
“Ini harus jadi perhatian serius. Jangan sampai tambang hadir di Gorontalo, khususnya Pohuwato, tetapi meninggalkan luka yang panjang bagi masyarakat,” pungkasnya.



















