Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Ridwan Monoarfa Dorong Transformasi Digital Sistem Kesehatan di Kabupaten Gorontalo

0
×

Ridwan Monoarfa Dorong Transformasi Digital Sistem Kesehatan di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Skemanews.com, (KabGor) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo sekaligus Sekretaris DPW Partai NasDem, Ridwan Monoarfa, memberikan sambutan pada kegiatan Implementasi Sistem Kesehatan Berbasis Digital di Kabupaten Gorontalo.

Dalam sambutannya, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa kesehatan tidak semata-mata urusan pelayanan medis, melainkan fondasi utama dalam membangun kualitas manusia dan daerah. Tanpa sistem kesehatan yang kuat, menurutnya, sebuah daerah akan sulit keluar dari kemiskinan struktural, menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat desain pembangunan daerah.

Example 300x600

“Kabupaten Gorontalo, sebagaimana daerah lain di Indonesia, masih menghadapi tantangan kesehatan yang tidak ringan, mulai dari stunting, kesehatan ibu dan anak, ketimpangan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan dan pinggiran, hingga keterbatasan integrasi data kesehatan serta efisiensi anggaran,” ujar Ridwan. Rabu (17/12/25).

Ia menekankan bahwa tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan konvensional semata. Diperlukan perubahan cara kerja sistem dan kebijakan yang lebih adaptif, di mana transformasi digital sistem kesehatan menjadi sangat relevan dan mendesak.

Menurut Ridwan, sistem kesehatan berbasis digital bukan sekadar penggunaan aplikasi atau teknologi informasi, melainkan perubahan menyeluruh dalam tata kelola kesehatan. Mulai dari pengelolaan data kesehatan yang terintegrasi, pelayanan berbasis bukti (evidence-based), percepatan pengambilan keputusan, hingga peningkatan kualitas layanan yang berorientasi pada pasien dan masyarakat.

“Sistem ini memungkinkan keterhubungan data antara Puskesmas, rumah sakit, Dinas Kesehatan, hingga pemerintah provinsi dan pusat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, implementasi sistem kesehatan digital di Kabupaten Gorontalo memiliki sejumlah manfaat strategis, antara lain memperkuat layanan kesehatan primer dengan menjadikan Puskesmas sebagai garda terdepan yang modern, terhubung, dan responsif. Selain itu, sistem digital juga dapat mempercepat penurunan stunting melalui pemantauan data ibu hamil, balita, dan keluarga berisiko secara real time dan lintas sektor.

Ridwan juga menyoroti pentingnya perluasan akses layanan kesehatan melalui telemedicine dan sistem pelayanan digital, sehingga jarak geografis tidak lagi menjadi hambatan utama. Ia bahkan mencontohkan pengalaman kunjungan ke Iran, di mana pelayanan kesehatan digital telah memungkinkan dokter spesialis di kota besar memberikan layanan langsung kepada masyarakat desa melalui teknologi.

“Teknologi kesehatan sudah berkembang sangat pesat. Dengan sistem yang tepat, kehadiran dokter ahli bisa dirasakan hingga ke desa-desa,” ungkapnya.

Meski demikian, Ridwan mengakui bahwa implementasi sistem kesehatan digital juga menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan infrastruktur digital di sejumlah wilayah, kesiapan dan kapasitas SDM kesehatan yang masih terbatas, rendahnya literasi digital masyarakat, serta isu keamanan dan perlindungan data kesehatan.

“Tantangan ini tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti, melainkan agenda kebijakan yang harus dijawab secara bertahap dan sistematis,” tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain penguatan regulasi dan kebijakan daerah yang mendukung sistem kesehatan digital secara berkelanjutan, peningkatan kapasitas SDM kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan literasi digital, serta pembangunan ekosistem kesehatan digital yang melibatkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa, termasuk peran akademisi, swasta, dan masyarakat.

Menutup sambutannya, Ridwan Monoarfa menegaskan bahwa transformasi sistem kesehatan berbasis digital bukanlah proyek jangka pendek, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan kepemimpinan, konsistensi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Keberhasilan digitalisasi kesehatan tidak ditentukan oleh teknologinya semata, tetapi oleh komitmen kebijakan dan keberpihakan kita pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi dan melangkah bersama membangun sistem kesehatan Kabupaten Gorontalo yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *