Skemanews.com ,Gorontalo – Dunia maya di Gorontalo mendadak riuh setelah sebuah video pendek beredar luas dan menampilkan pernyataan kontroversial dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, S.H.. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, dirinya terdengar jelas mengucapkan kalimat yang dinilai sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang wakil rakyat: “Kita rampok uang negara ini.”
Klip tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial sejak Kamis malam (18/9/2025). Reaksi masyarakat pun bermunculan, mulai dari kritik tajam, hujatan, hingga kecaman. Tidak sedikit warganet yang menyayangkan sikap seorang pejabat publik yang seharusnya menjaga etika dan menjadi teladan.
Padahal, menurut informasi yang beredar, video tersebut awalnya hanya bersifat internal dan tidak ditujukan untuk publik. Namun, setelah terunggah ke media sosial, potongan itu segera viral, memantik perdebatan, bahkan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf
Menanggapi kontroversi yang menghebohkan itu, Wahyudin akhirnya buka suara. Melalui pernyataan resmi pada Jumat (19/9/2025), legislator dari daerah pemilihan Boalemo–Pohuwato ini mengakui kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
“Saya tidak bisa mengelak, itu memang suara saya. Saya sadar ucapan tersebut keliru dan sama sekali tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik. Dari hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gorontalo,” ujar Wahyudin dengan nada penuh penyesalan.
Ia menambahkan, dirinya siap menerima segala konsekuensi, baik kritik, hujatan, maupun cemoohan dari masyarakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral atas ucapan yang menimbulkan kegaduhan.
“Saya tidak akan lari dari tanggung jawab. Segala bentuk hujatan, kritik, atau kekecewaan masyarakat saya terima dengan lapang dada. Karena memang ini murni kesalahan saya pribadi,” lanjutnya.
Dampak pada Keluarga dan Pendukung
Dalam klarifikasinya, Wahyudin juga menyinggung dampak sosial dan psikologis dari kasus ini. Ia menyadari bahwa ucapan tersebut bukan hanya mencoreng namanya sebagai individu, tetapi juga melukai perasaan para pendukung dan keluarganya.
“Atas nama pribadi, saya mohon maaf beribu-ribu kali kepada semua pihak yang merasa tersakiti, termasuk pendukung setia dan keluarga besar saya. Saya tahu mereka ikut kecewa, mungkin bahkan malu dengan kejadian ini. Saya benar-benar menyesal,” tuturnya.
Sorotan Publik dan Sikap DPRD
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di Gorontalo. Sejumlah tokoh masyarakat menilai, pernyataan Wahyudin dapat merusak citra lembaga legislatif jika tidak segera ditindaklanjuti secara serius. Bahkan, Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo disebut sudah mulai memantau kasus ini dan menyiapkan langkah etik terhadap yang bersangkutan.
Masyarakat pun menanti, apakah klarifikasi dan permintaan maaf Wahyudin cukup untuk meredakan kemarahan publik, atau justru akan memicu desakan lebih lanjut agar ia mendapat sanksi tegas dari partai maupun lembaga DPRD.















